Thursday, April 24, 2014

PUISI




Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
A. PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
- Jumlah kata dalam 1 baris
- Jumlah baris dalam 1 bait
- Persajakan (rima)
- Banyak suku kata tiap baris
- Irama
1. Ciri-ciri Puisi Lama
Ciri puisi lama:
a) Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b) Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan

c) Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

B. PUISI BARU
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
1. Ciri-ciri Puisi Baru
a) Bentuknya rapi, simetris;
b) Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
c) Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
d) Sebagian besar puisi empat seuntai;
e) Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
f) Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
2. Jenis-jenis dan Contoh Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a) Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Contoh : Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Seorang Pemberontak”
b) Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Contoh :
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)
c) Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Contoh :
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
d) Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Contoh :
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)
e) Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
f) Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Contoh :
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
g) Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Contoh :
Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)

Posted on 7:37 PM by Unknown

No comments

                                           Sang pemimpin



Matahari menyongsong di ufuk barat
Mengawali pagi  bersama sinaran sang surya
 yang cerah , sekaligus mencekam
tangisan dan teriakan bercampur menjadi satu
dalam sebuah rasa kegundahan
apakah ini bangsa indonesia
yang katanya tanah makmur dan sejahtera
yang dianggap nyaman untuk berlindung dari sengatan sang surya
                                                         
ku bertanya pada seorang bocah  yang sedang  mengemis mencari nafkah
aku pun terdiam saat kulihat pancaran wajahnya
yang menggambarkan pandangan kegundahan
yang memancarkan raut ketakutan

ku bertanya dimanakah ayahmu  sekarang
dia hanya terdiam dan tertunduk lesu
ayahnya pergi , pergi bersama kenangan yang tlah berlalu
perang yang panjang  yang membunuh semua harapan

pemimpin ........
sosok seorang pemimpin yang sedang kami butuhkan
yang bisa membangun bangsa ini dari ketertindasan
                                                                                     
rahmat Tuhan pun mulai datang
bersama kelebatan guyuran hujan
yang membasahi segala ketandusan

yang tandus akan keadilan  , yang tandus akan kemakmuran
tapi semuanya telah hilang , bersama redanya rintikan hujan
dan kini langit pun mulai berhenti tuk menangis
bumi pertiwi mulai menumbuhkan bibit – bibit bangsa
yang akan membawa bangsa Indonesia menjadi makmur dan sejahtera

Posted on 7:33 PM by Unknown

No comments



Misi Nabi Muhammad SAW

Sebagai seorang muslim, kita wajib beriman kepada rukun iman. Di antara rukun iman tersebut, yaitu beriman kepada para nabi dan rasul Allah SWT.  Sejak diutusnya nabi pertama Adam as sampai nabi dan rasul terakhir sebagai khatamunnabiyyin, yaitu Muhammad SAW, kita wajib mengimaninya tanpa keraguan dan membenarkan semua yang dibawanya serta mengikuti sunahnya. Pada bab ini, akan dijelaskan tentang sejarah Nabi Muhammad SAW.

 Nabi Muhammad Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak 

Kehidupan masyarakat Mekah sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW berada dalam kegelapan dan kesesatan. Kehidupan mereka tidak memiliki aturan yang dapat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan jauh dari rasa keadilan. Dengan demikian, pada masa tersebut dikenal dengan masa jahiliyah
Dalam keadaan masyarakat Mekah yang demikian, sistem ketuhanan yang begitu sesat dengan menyembah berhala yang sama sekali tidak memberikan manfaat dan mudarat, tidak mampu menolong dan tidak memberikan kebaikan serta keburukan kepada mereka yang menyembahnya. Hal ini terjadi karena masyarakat Mekah waktu itu, tidak memiliki pegangan dan aturan yang jelas  dan menuntun mereka untuk berbuat sesuatu yang baik dan bermanfaat. Mereka menjalani kehidupan dengan mengikuti nafsunya masing-masing dengan tidak mempertimbangkan kebaikan dan keburukan yang akan ditimbulkannya. Segala macam cara akan mereka lakukan untuk tercapainya maksud yang mereka inginkan. Itulah yang dikenal dengan perbuatan-perbuatan jahiliyah (kebodohan).
Pada masa jahiliyah ini, kehidupan dalam berbagai bidang didominasi oleh orang-orang yang memiliki kekuatan, kekayan, dan kekuasaan. Orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan tetapi tidak memiliki kekayaan, kekuasaan, dan kekuatan sama sekali tidak diperhatikan. Kesejahteraan, ketentraman, dan keadilan  hanya dimiliki dan dirasakan oleh orang-orang tertentu. Sebaliknya, masyarakat banyak hanya merasakan kesengsaraan, penyiksaan, dan penindasaan dari orang-orang yang kuat dan berkuasa.
Selain itu, adat-istiadat masyarakat pada saat itu, tidak berdasarkan pada adat serta budaya yang berprikemanusiaan. Adat yang ada hanya berlaku dan dapat dirasakaan kebaikannya bagi orang-orang tertentu. Adat-istiadat serta kultur masyarakaatnya mengedepankan kesewenang-wenangan dan mengikuti nafsu sebagian orang saja, sehingga sebagian besar masyarakat Mekah saat itu menjadi korban dari kesewenang-wenangan adat-istiadat tersebut. Misalnya, ketika seorang ibu melahirkan anak perempuan, dianggap sebagai pembawa bencana dan hanya akan mendatangkan aib bagi keluarganya. Mereka hanya menerima dan merasa gembira ketika bayi yang dilahirkan adalah laki-laki. Begitu pun terhadap kaum perempuan, mereka hanya mengangap sebagi pembantu yang harus melayani laki-laki dengah segala penghinaan dan penyiksaan. Bahkan, perempuan-perempuan pada waktu itu diperjualbelikan. Semua itu menunjukkan adat- istiadat  serta budaya yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.
Di antara suku dan kabilah-kabilah yang ada pada waktu itu, sering sekali terjadi peperangan dan perkelahian. Hal itu biasanya hanya disebabkan masalah kecil. Adapun peperangan hanya untuk menunjukkan keberadaan, kekuatan, dan kepopuleran dari kabilah mereka. Siapa saja di antara mereka yang lebih kuat dan populer, mereka akan mendapat tempat yang istimewa dan disegani oleh masyarakat. Kebiasaan buruk mereka, seperti minum khamer, berjudi, berzina, merampok, merampas, dan memerkosa merupakan kebiasaan yang sulit mereka tinggalkan.
Dalam keadaan masyarakat Mekah yang demikian, Allah SWT mengutus seorang manusia pilihan-Nya untuk memperbaiki kehidupan dan menyempurnakan akhlak seluruh manusia. Dia adalah manusia pilihan Allah dan menjadi khataminnabiyyin (penutup para nabi dan rasul), yaitu Nabi   Muhammad SAW.
Dengan penuh keyakinan, Muhammad pergi dan merenung di gua Hira, suatu tempat yang dipilih dan dianggap tepat untuk merenung dan mencari petunjuk. Beliau selalu memikirkan cara untuk mengubah kebiasaan buruk, akhlak yang tercela, dan kesewenang-wenangan yang selalu dilakukan oleh masyarakat saat itu. Puncaknya, ketika Muhammad sedang berada di gua Hira merenung dan memohon petunjuk dengan penuh kekhusukan, datanglah malaikat Jibril membawa wahyu dan memperkenalkan siapakah Tuhan yang sebenarnya kepada Nabi Muhammad SAW.
Sejak saat itulah, dengan penuh kenyakinan, Muhammad mengajak dan mengajarkan kepada keluarga, orang-orang dekat, para sahabatnya dan seluruh orang-orang Quraisy Mekah agar bertuhan dan hanya menyembah dan beribadah kepada Allah SWT. Selain itu, mereka pun diajak untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya, seperti minum khamer, berjudi, berzina, merampas hak orang lain, dan perbuatan tercela lainnya yang sudah mendarah daging di masyarkat saat itu. Rasul pun menegaskan bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak, membangun kemuliaan, dan memberikan manfaat bagi seluruh manusia. Hal ini sebagaimana yang pernah disabdakan Rasulullah: “Sesungguhnya kami diutus  untuk menyempurnakan akhlak.”
Selain  misi Rasulullah SAW untuk menyempurnakan akhlak manusia pada waktu itu dan sampai kiamat tiba, beliau juga diutus oleh Allah SWT sebagai rahmatan lil alamin.
Allah SWT berfirman:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-Anbiya/ 21: 107)

Posted on 7:28 PM by Unknown

No comments




 “Manfaat Sholat Dhuha”



                            
Shalat Dhuha merupakan shalat sunah yang dilaksanakan di pagi hari saat matahari baru terbit dengan ketinggian sekitar tiga hasta yaitu sekitar jam 09.00 sampai menjelang waktu dhuhur.


Seputar shalat dhuha tersebut di anjurkan langsung oleh Allah dan Rasul-NYA.  Menurut Hadists Qudsi, Rasullulah menyampaikan, “Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak busa lautan.” (H.R Turmudzi)


Sedangkan manfaat shalat dhuha sebagai pembuka pintu rezeki sendiri seperti  yang disampaikan Rasullulah pada hadis berikut; ” Allah berfirman : Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang ( Shalat Dhuha ) niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya ” (HR.Hakim dan Thabrani). 



Hadis di atas menjelaskan bahwa Allah akan menjamin akan mencukupkan kebutuhan/ rezeki hambanya yang tidak bermalas-malasan dan senantiasa menjalankan shalat dhuha. Maka, bagi sobat yang ingin dilapangkan pintu rezekinya, sebaiknya mengamalkan shalat dhuha secara rutin sebanyak 4 rakaat. 





“Manfaat secara medis”

Menurut Dr. Ebrahim Kazim, ( ia adalah dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic Academy) mengungkapkan "Gerakan teratur dari shalat menguatkan otot berserta tendonnya, sendi, serta berefek luar biasa terhadap
system kardiovaskular.”

Ada ketegangan yang lenyap karena tubuh secara fisiologis mengelurakan zat-zat seperti enkefalin dan endorphin. Zat ini sejenis morfin,termasuk opiate. Efek keduanya juga tidak berbeda dengan opiate lainnya. Bedanya, zat ini alami, diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga lebih bermanfaat dan terkontrol.


Posted on 7:10 PM by Unknown

No comments