Saturday, May 31, 2014

 


Hikmah Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW



         Perintah sholat dalam perjalanan isra dan mi’raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra’ Mi’raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).

        Bersandar pada alasan inilah, Imam Al-Qusyairi yang lahir pada 376 Hijriyah, melalui buku yang berjudul asli ‘Kitab al-Mikraj’ ini, berupaya memberikan peta yang cukup komprehensif seputar kisah dan hikmah dari perjalanan agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, beserta telaahnya. Dengan menggunakan sumber primer, berupa ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadits shahih, Imam al-Qusyairi dengan cukup gamblang menuturkan peristiwa fenomenal yang dialami Nabi itu dengan runtut.

         Selain itu, buku ini juga mencoba mengajak pembaca untuk menyimak dengan begitu detail dan mendalam kisah sakral Rasulullah SAW, serta rahasia di balik peristiwa luar biasa ini, termasuk mengenai mengapa miraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah miraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani?

 Bagaimana dengan miraj para Nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan miraj kita sebagai muslim? Serta apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Semua dibahas secara gamblang dalam buku ini.


       Dalam pengertiannya, Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. John Renerd dalam buku ”In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience,” seperti pernah dikutip Azyumardi Azra, mengatakan bahwa Isra Mi’raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, selain perjalanan hijrah dan Haji Wada. Isra Mi’raj, menurutnya, benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual.

        Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik). Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.
  
     Inilah perjalanan yang amat didambakan setiap pengamal tasawuf. Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat, salah satu momen penting dari peristiwa Isra Mi’raj yakni ketika Rasulullah SAW “berjumpa” dengan Allah SWT. Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, “Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah”; “Segala penghormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja”. Allah SWT pun berfirman, “Assalamu’alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh”.

Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. Maka, dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat.
  
        Selain itu, Seyyed Hossein Nasr dalam buku ‘Muhammad Kekasih Allah’ (1993) mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mi’raj mencerminkan hakikat spiritual dari shalat yang di jalankan umat islam sehari-hari. Dalam artian bahwa shalat adalah mi’raj-nya orang-orang beriman. Sehingga jika kita tarik benang merahnya, ada beberapa urutan dalam perjalanan Rasulullah SAW ini.

       Pertama, adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam. Kedua, kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi’raj dan perintah shalat. Dan ketiga, shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan. Ketiga hal diatas telah terangkum dengan sangat indah dalam salah satu ayat Al-Quran, yang berbunyi “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”

        Mengacu pada berbagai aspek diatas, buku setebal 178 halaman ini setidaknya sangat menarik, karena selain memberikan bingkai yang cukup lengkap tentang peristiwa Isra’ mikraj Nabi saw, tetapi juga memuat mi’rajnya beberapa Nabi yang lain serta beberapa wali. Kemudian kelebihan lain dalam buku ini adalah dipaparkan juga mengenai kisah Mikrajnya Abu Yazid al-Bisthami. Mikraj bagi ulama kenamaan ini merupakan rujukan bagi kondisi, kedudukan, dan perjalanan ruhaninya menuju Allah.

      Ia menggambarkan rambu-rambu jalan menuju Allah, kejujuran dan ketulusan niat menempuh perjalanan spiritual, serta keharusan melepaskan diri dari segala sesuatu selain Allah. Maka, sampai pada satu kesimpulan, bahwa jika perjalanan hijrah menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi “puncak” perjalanan seorang hamba menuju kesempurnaan ruhani.



        Dewasa ini, telah terjadi banyak kesalahpahaman diantara umat muslim tentang masjid Al-Aqsa yang sebenarnya. Banyak umat muslim maupun non-muslim yang mempublikasikan foto Masjid Al-Aqsa yang salah, tapi yang mengkuatirkan saat ini, kebanyakan umat muslim memajang foto Qubbatus Shakrah (Kubah Batu/ Dome of The Rock) dirumah maupun dikantor mereka dengan sebutan Masjid Al-Aqsa. Ini telah menjadi kesalahan umum di dunia muslim.

Namun tragedi sesungguhnya adalah bahwa kebanyakan generasi muda/ anak-anak muslim (sebagaimana juga muslim dewasa) diseluruh dunia, tidak dapat membedakan antara Masjid Al Aqsa dengan Qubbatus Shakrah (Kubah Batu).

inilah gambar Masjid Al-Aqsa dan dome of the rock
masjid Al-Aqsa
dome of the rock


Posted on 5:32 AM by Unknown

No comments

Mengenal Kompleks Masjid Al-Aqsa

 

 sejarah masjid al-aqsa

           Al-Masjid El-Aqsa merupakan nama arab yang berarti Masjid terjauh. 10 tahun setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, beliau melakukan perjalanan malam dari Mekkah ke Baitul Maqdis (Jerusalem) dan kemudian menuju langit ketujuh untuk menerima perintah sholat 5 waktu dari Allah, peristiwa ini disebut Isra’ Miraj. Sebelum turun perintah menjadikan Mekkah sebagai kiblat sholat umat muslim, selama 16 setengah bulan setelah Isra Miraj, Jerusalem dijadikan arah kiblat.

        Ketika masih hidup, Nabi Muhammad SAW memerintahkan umat muslim untuk tak hanya mengunjungi Mekkah tapi juga Masjid Al-Aqsa yang berjarak sekitar 2000 kilometer sebelah utara Mekkah. Masjid Al-Aqsa merupakan bangunan tertua kedua setelah Ka’bah di Mekkah, dan tempat suci dan tempat terpenting ketiga setelah Mekkah dan Madinah.

             Luas kompleks Masjid Al-Aqsa sekitar 144.000 meter persegi, atau 1/6 dari seluruh area yang dikelilingi tembok kota tua Jerusalem yang berdiri saat ini. Dikenal juga sebagai Al Haram El Sharif atau oleh yahudi disebut Kuil Sulaiman. Kompleks Masjid Al-Aqsa dapat menampung sekitar 400.000 jemaah (Masjid Al-Aqsa menampung sekitar 5.000 jamaah, selebihnya sholat di kompleks yang ber-area terbuka).

pembangunan kembali masjid al-aqsa

         Pembangunan kembali kompleks Masjid Al-Aqsa dimulai 6 tahun setelah Nabi wafat oleh Umar Bin Khattab. Beliau menginginkan untuk dibangun sebuah masjid di selatan Foundation Stone (membelakangi Foundation Stone, menghadap selatan/Mekkah). Pembangunan tersebut dilakukan oleh Khalifah Ummayah Abd Al Malik Ibn Marwan dan diselesaikan oleh anaknya Al Walid 68 tahun setelah Nabi wafat dengan diberi nama Masjid Al Aqsha.

          Di pusat kompleks Kuil Sulaiman, terdapat Foundation Stone yaitu batu landasan yang dipercaya umat Yahudi sebagai tempat Yahweh menciptakan alam semesta dan tempat Abraham mengorbankan Isaac. Bagi umat Islam batu ini adalah tempat Nabi Muhammad menjejakkan kakinya untuk Mi’raj. Untuk melindungi batu ini, Khalifah Abd Al Malik Ibn Marwan membangun kubah dan masjid polygon, yang kemudian terkenal dengan nama Dome of The Rock (Kubah batu).

 kekeliruan mengenai masjid al-aqsa



       Kekeliruan antara Masjid Al-Aqsa dengan Dome of The Rock dan Agenda Israel menghapuskan Masjidil Aqsa . Masjidil Aqsa merupakan kiblat pertama bagi Umat Islam sebelum dipindahkan ke Ka’bah dengan perintah Allah SWT. Kini berada di dalam kawasan jajahan Yahudi. Dalam keadaan yang demikian, disinyalir pihak Yahudi telah mengambil kesempatan untuk mengelirukan pengetahuan Umat Islam dengan mengedarkan gambar Dome of The Rock sebagai Masjidil Aqsa.

        Tujuan mereka hanyalah satu: untuk meruntuhkan Masjidil Aqsa yang sebenarnya dan mendirikan kembali haikal Sulaiman. Saat ini, hanya “Tembok sebelah Barat” yang tersisa dari bangunan kuil atau istana Sulaiman yang masih berdiri, dan pada saat yang bersamaan tempat ini dinamakan “Tembok Ratapan/Wailing Wall” oleh orang Yahudi. Apabila Umat Islam sendiri sudah keliru dan sulit untuk membedakan Masjidil Aqsa yang sebenarnya, maka semakin mudahlah tugas mereka untuk melaksanakan rencana tersebut, karena bila Masjid Al-Aqsa diruntuhkan, kebanyakan umat tidak akan menyadarinya.


Berikut disertakan terjemahan surat yang ditulis dan dikirimkan oleh Dr. Marwan kepada ketua pengarang harian “Al-Dastour” tentang kekeliruan umat dan hubungannya dengan rencana zionis.

  1. Terdapat beberapa kekeliruan antara Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock. Apabila disebut tentang Masjidil Aqsa di dalam media lokal maupun internasional, foto The Dome of The Rock-lah yang ditampilkan. Alasannya adalah untuk mengalihkan masyarakat umum yang merupakan siasat Israel. Tinjauan ini diperoleh saat saya tinggal di USA, dimana saya telah mengetahui bahwa Zionis di Amerika telah mencetak dan mengedarkan foto tersebut dan menjualnya kepada orang arab dan Muslim. Kadangkala dijual dengan harga yang murah bahkan kadang diberikan secara gratis agar Muslim dapat mengedarkannya dimana saja. Baik dirumah maupun kantor.

  
Hal ini meyakinkan saya bahwa Israel ingin menghapuskan gambaran Masjid Al-Aqsa dari ingatan umat Islam supaya mereka dapat memusnahkannya dan membangun kuil mereka tanpa ada publikasi. Bila ada yang membangkang atau memprotes, maka Israel akan menunjukkan foto The Dome of The Rock yang masih utuh berdiri, dan menyatakan bahwa mereka tidak berbuat apa-apa. Siasat yang sungguh pintar! Saya juga merasa amat terperanjat ketika bertanya kepada beberapa rakyat arab, Muslim, bahkan rakyat Palestina karena mendapati mereka sendiri tidak dapat membedakan antara kedua bangunan tersebut. Ini benar-benar membuatkan saya merasa kesal dan sedih karena hingga kini Israel telah berhasil dalam siasat mereka.

Dr. Marwan Saeed Saleh Abu Al-Rub Associate Professor,
Mathematics Zayed University Dubai

Demikianlah, dengan kondisi yang mengkuatirkan ini, kita sebagai muslim hendaklah turut membantu menyebarkan informasi yang benar kepada saudara kita dan dunia. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari distorsi informasi lebih jauh yang akhirnya akan merugikan umat bila tidak disikapi dengan baik.


Posted on 5:17 AM by Unknown

No comments

 Assalamu'allaikum wr.wb
apa kabar ikhwan dan ukhti sekalian , pada kesempatan kali ini saya mau berbagai ilmu tentang " ISRA MI'RAJ " , semoga dapat bermanfaat bagi kita semua .


Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW – Seringkali di kalangan masyarakat kita, dalam mendefinisikan isra dan mi’raj, mereka menggabungkan Isra Mi’raj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda. Dan untuk meluruskan hal tersebut, pada kesempatan ini saya bermaksud mengupas tuntas pengertian isra dan mi’raj, sejarah isra mi’raj nabi muhammad SAW serta hikmah dari perjalanan isra’ mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW.




 apakah itu Isra dan Mi’raj ?


              Isra Mi’raj adalah dua bagian dari perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.

              Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.

              Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat lima waktu.

               Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu, peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah SAW sedih.


Kisah Perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

               Perjalanan dimulai Rasulullah mengendarai buraq bersama Jibril. Jibril berkata, “turunlah dan kerjakan shalat”.
Rasulullahpun turun. Jibril berkata, “dimanakah engkau sekarang ?”
“tidak tahu”, kata Rasul.
“Engkau berada di Madinah, disanalah engkau akan berhijrah “, kata Jibril.
Perjalanan dilanjutkan ke Syajar Musa (Masyan) tempat penghentian Nabi Musa ketika lari dari Mesir, kemudian kembali ke Tunisia tempat Nabi Musa menerima wahyu, lalu ke Baitullhmi (Betlehem) tempat kelahiran Nabi Isa AS, dan diteruskan ke Masjidil Aqsha di Yerussalem sebagai kiblat nabi-nabi terdahulu.

              Jibril menurunkan Rasulullah dan menambatkan kendaraannya. Setelah rasul memasuki masjid ternyata telah menunggu Para nabi dan rasul. Rasul bertanya : “Siapakah mereka ?”
“Saudaramu para Nabi dan Rasul”.
Kemudian Jibril membimbing Rasul kesebuah batu besar, tiba-tiba Rasul melihat tangga yang sangat indah, pangkalnya di Maqdis dan ujungnya menyentuh langit. Kemudian Rasulullah bersama Jibril naik tangga itu menuju kelangit tujuh dan ke Sidratul Muntaha.


“Dan sesungguhnya nabi Muhammad telah melihatJibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratull Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dariyang dilihatnya itu dan tidakpula melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm : 13 – 18).


                Selanjutnya Rasulullah melanjutkan perjalanan menghadap Allah tanpa ditemani Jibril Rasulullah membaca yang artinya : “Segala penghormatan adalah milikAllah, segala Rahmat dan kebaikan“.
Allah berfirman yang artinya: “Keselamatan bagimu wahai seorang nabi, Rahmat dan berkahnya“.
Rasul membaca lagi yang artinya: “Keselamatan semoga bagi kami dan hamba-hamba Allah yang sholeh. Rasulullah dan ummatnya menerima perintah ibadah shalat“.

Berfirman Allah SWT : “Hai Muhammad Aku mengambilmu sebagai kekasih sebagaimana Aku telah mengambil Ibrahim sebagai kesayanagan dan Akupun memberi firman kepadamu seperti firman kepada Musa Akupun menjadikan ummatmu sebagai umat yang terbaik yang pernah dikeluarkan pada manusia, dan Akupun menjadikan mereka sebagai umat wasath (adil dan pilihan), Maka ambillah apa yang aku berikan kepadamu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur“.

 “Kembalilah kepada umatmu dan sampaikanlah kepada mereka dari Ku”.

               Kemudian Rasul turun ke Sidratul Muntaha.
Jibril berkata : “Allah telah memberikan kehormatan kepadamu dengan penghormatan yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari makhluk Nya baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus. Dan Dia telah membuatmu sampai suatu kedudukan yang tak seorangpun dari penghuni langit maupun penghuni bumi dapat mencapainya. Berbahagialah engkau dengan penghormatan yang diberikan Allah kepadamu berupa kedudukan tinggi dan kemuliaan yang tiada bandingnya. Ambillah kedudukan tersebut dengan bersyukur kepadanya karena Allah Tuhan pemberi nikmat yang menyukai orang-orang yang bersyukur”. Lalu Rasul memuji Allah atas semua itu.

               Kemudian Jibril berkata : “Berangkatlah ke surga agar aku perlihatkan kepadamu apa yang menjadi milikmu disana sehingga engkau lebih zuhud disamping zuhudmu yang telah ada, dan sampai lah disurga dengan Allah SWT. Tidak ada sebuah tempat pun aku biarkan terlewatkan”. Rasul melihat gedung-gedung dari intan mutiara dan sejenisnya, Rasul juga melihat pohon-pohon dari emas. Rasul melihat disurga apa yang mata belum pernah melihat, telingan belum pernah mendengar dan tidak terlintas dihati manusia semuanya masih kosong dan disediakan hanya pemiliknya dari kekasih Allah ini yang dapat melihatnya. Semua itu membuat Rasul kagum untuk seperti inilah mestinya manusia beramal. Kemudian Rasul diperlihatkan neraka sehingga rasul dapat melihat belenggu-belenggu dan rantai-rantainya selanjutnya Rasulullah turun ke bumi dan kembali ke masjidil haram menjelang subuh.



Mandapat Mandat Shalat 5 waktu


Agaknya yang lebih wajar untuk dipertanyakan, bukannya bagaimana Isra’ Mi’raj, tetapi mengapa Isra’ Mi’raj terjadi ? Jawaban pertanyaan ini sebagaimana kita lihat pada ayat 78 surat al-lsra’, Mi’raj itu untuk menerima mandat melaksanakan shalat Lima waktu. Jadi, shalat inilah yang menjadi inti peristiwa Isra’Mi’raj tersebut.


Shalat merupakan media untuk mencapai kesalehan spiritual individual hubungannya dengan Allah. Shalat juga menjadi sarana untuk menjadi keseimbangan tatanan masyarakat yang egaliter, beradab, dan penuh kedamaian. Makanya tidak berlebihan apabila Alexis Carrel menyatakan :
 “Apabila pengabdian, sholat dan do’a yang tulus kepada Sang Maha pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, hal itu berarti kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut“.
 Perlu diketahui bahwa A. Carrel bukanlah orang yang memiliki latar belakang pendidikan agama, tetapi dia adalah seorang dokter dan pakar Humaniora yang telah dua kali menerima nobel atas hasil penelitiannya terhadap jantung burung gereja dan pencangkokannya. Tanpa pendapat Carrel pun, Al – Qur’an 15 abad yang lalu telah menyatakan bahwa shalat yang dilakukan dengan khusu’ akan bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar, sehingga tercipta tatanan masyarakat yang harmonis, egaliter, dan beretika.


sekian yang dapat saya sampaiakan , ambil yang positifnya dan perbaikilah yang negatifnya
Wassalamu'allaikum 


Posted on 4:53 AM by Unknown

No comments

Sunday, May 25, 2014

Lambang Rohis Smkn 36

Assalamu'allaikum wr.wb
selamat pagi agan-agan semua ,salam sejahtera bagi kita semua 
kali ini ane mau ngasih tahu ni ,apa sih arti yang terkandung dalam lambang Rohis smkn 36 jakarta . oke tanpa basa-basi langsung saja kita to the point


  • 8 Titik Sudut Dari buah anak panah melambangkan tanggal berdirinya rohis
  • 12 SISI dari dua buah segi enam melambangkan bulan berdirinya rohis(Bulan DESEMBER)
  • 99 Melambangkan tahun berdirinya ROHIS(Tahun1999)
  • Kata BERtuliskan ” ROHIS” melambangkan bahwa organisasi Rohani ISLAM yang di singkat rohis
  • Gambar Allah SWT Melambangkan bahwa tujuan organisasi ini untuk mencari ridha Allah SWT.
  • 2(dUA) Bintang melambangkan Rohis Berpedoman pada AL-QUR`AN dan AL-SUNNAH
  • sebuah Kubah Melambangkan Masjid AL-ISTIQOMAH sebagai Tempat kegiatan Rohis.
  • Bulan sabit yang menyudut di bawahnya dan melebar puncaknya melambangkan ROHIS dalam perjalananya harus memeliliki banyak anggota.
  • Panah melambangkan dari manapun kita berjalan tetap menjunjung tinggi islam dari lainya itulahh target utama rohis.
  • 1/3 Lingkaran melambangkan ROHIS memegang 1/3 peran penting OSIS
  • Jangka & Roda gigi bermaksud bahwa rohis tidak membedakan anggotanya dari suatu kelompok
  • Tiga gigi roda pada roda tersebut lambang dari 3 latihan dasar bagi anggota rohis yaitu: -Latihan dasar kepemimpinan ROHIS ,- Latihan dasar manajemem rohis,-BINTAL (Bimbingan Mental)
  • Warna Hitam berarti ASPIRASI kesetaraan, keteraturan. dan ketegaran.

  • semoga dapat menambah pengetahuan agan sekalian tentang rohis  36 . oh iya ane sampe lupa :) tanggal berdirinya Rohis smkn 36 itu pada 8 Desember 1999 ,  dan yang telah berjasa membuat lambang rohis  36 ,ialah angkatan 1999 atau angkatan pertama .


    sekian dulu ya infonya , jika agan -agan sekalian masih mau tahu tentang rohis smkn 36 silahkan langsung dikunjungi saja ke bascamp nya ,yaitu ri SMKN 36 Jakarta 

    Wassalamu'allaikum wr.wb .......

    rohis smkn 36

    Posted on 8:09 PM by Unknown

    No comments


    "Ya Allah, kau tanamkanlah rasa cinta ku kepada Mu dan Rasul-Mu”.. Tak dapat bayangkan macam mana perasaan para sahabat ketika nabi wafat. Tapi kita sekarang, tak rasa sedih langsung walaupun Rasulullah telah meninggalkan kita.
    Daripada Abbas r.a Rasulullah saw bersabda : “Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad saw”
    Jibrail a.s akan datang kepadanya membawa seekor buraq. Israfil datang membawa bendera dan mahkota. Izrail datang membawa pakaian-pakaian syurga. Israfil bersuara “wahai roh yg baik ! Kembalilah ke tubuh yg baik maka, kubur terbelah dua. Pada seruan yg kedua pula, kubur mula terbongkar. Pada seruan yang ketiga, ketika rasulullah saw berdiri, baginda saw telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda saw. Baginda saw melihat kanan dan kiri. Baginda saw menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.
    Baginda saw bersabda “kekasihku Jibrail! Gembirakanlah aku !”
    Jibrail as berkata: “apaakah yang kamu lihat di hadapanmu ?”
    Baginda saw bersabda: “bukan seperti itu pertanyaanku.”
    Jibrail as berkata: “adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yg terpacak di atasmu ?”
    Baginda saw bersabda: “bukan itu maksud pertanyaanku.
    Baginda saw bersabda: “aku bertanya kepadamu akan umatku. Dimana perjanjian mereka ?”
    Baginda saw bersabda: “nescaya akan, kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku.”
    Jibrail as menyeru “wahai sekelian makhluk, datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yg telah disediakan oleh Allah taala”
    Umat-umat dtg di dlm keadaan satu-satu kumpulan. Setiap kali nabi Muhammad saw berjumpa satu umat baginda saw akan bertanya: “di mana umatku ?”
    Jibrail as berkata: “wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir.” Apabila nabi Isa as dtg, Jibrail as menyeru: tempatmu!” Maka nabi Isa as dan Jibrail as menangis.
    Nabi Muhammad saw berkata: “mengapa kamu berdua menangis.” Jibrail as berkata: “bagaimana keadaan umatmu, Muhammad?” Nabi Muhammad bertanya: “dimana umatku ?” Jibrail as berkata: “mereka se
    mua telah dtg. Mereka berjalan lambat dan perlahan.”
    Apabila mendengar cerita demekian, nabi Muhammad saw menangis lalu bertanya: “wahai Jibrail! Bagaimana keadaan umatku yg berbuat dosa?”
    Jibrail as berkata:,”lihatlah mereka wahai Muhammad saw!”
    Nabi Muhammad saw bertemu umatnya yg berdosa. Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru: “wahai Muhammad!”
    Nabi Muhammad saw bersabda: “wahai umatku.” Mereka berkumpul di sisinya. Umat-umatnya menangis.
    Allah taala berfirman di dalam keaddan dia amat mengetahui sesuatu yg tersembunyi: “di mana umat Muhammad saw?” Jibrail as berkata: “mereka adalah sebaik umat.”
    Allah taala berfirman: “wahai Jibrail! Katakanlah kepada kekasihku Muhammad saw bahawa umatnya akan dtg untuk ditayangkan di hadapanku.”
    Jibrail as kembali di dalam keadaan menangis lalu bertanya: “wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah taala”
    Nabi Muhammad saw berpaling ke arah umatnya lalu berkata: “sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah taala”
    Allah taala berfirman: “hari ini, kami akan nenbalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan.
    Hari ini, aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiku. Dan, aku akan mengazab sesiapa yang menderhaka terhapaku.
    Suara jeritan dan tangisan semakin kuat. Nabi Muhammad saw menyeru: “tuhanku.. Penguasaku penghuluku..! Aku tidak meminta untuk diriku. Sesungguhnya aku meminta untuk umatku darimu!”
    Ketika itu juga, mereka jahanam berseru: “siapakah yg memberi syafaat kepada umatnya ?”
    Neraka pun berseru: “wahai tuhanku.. Penguasaku dan penghuluku! Selamatkanlah Muhammad dan umatnya dari seksaanya! Selamatkanlah mereka dari kepanasanku. Bara apiku, penyiksaanku dan azabku! Sesungguhnya mereka adalah umat yang lemah. Mereka tidak akan sabar dengan penyeksaan.”
    Nabi Muhammad saw lebih-lebih lagi sedih. Air matanya telah hilang dan kering dari pipinya. Sekali, baginda saw sujud di hadapan arsy Allah swt dan sekali lagi, baginda saw rukuk untuk memberi syafaat bagi umatnya.
    Para nabi melihat keluh kesah dan tangisannya. Mereka berkata: “maha suci Allah! Hamba yang paling dimuliakan Allah taala ini begitu mengambil bearat, hal keadaan umatnya.
    Fatimah r.a bertanya: “di mana aku hendak mendapatkanmu di hari kiamat nanti, wahai bapaku?” Baginda saw menjawab: “kamu akan menjumpaiku di sebuah telaga ketika aku sedang memberi minum umatku.”
    Tatkala umat nabi Muhammad sedang mencari mimbar nabi Muhammad untuk mendapatkan syafaat pada hari kiamat
    Mariam, Asiah, Khadijah dan Fatimah Az-Zahra sedang duduk. Ketika Mariam melihat umat nabi Muhammad saw dia berkata: “ini umat nabi Muhammad saw. Mereka telah sesat dari nabi mereka.”
    Suara Mariam, telah didengari oleh nabi Muhammad saw. Nabi Adam a.s berkata kepada nabi Muhammad saw “ini umatmu, wahai Muhammad! Mereka berkeliling mencarimu untuk meminta syafaat kepada Allah taala”
    Nabi Muhammad saw menjerit dari atas minbar lalu bersabda: “marilah kepadaku, wahai umatku! Wahai sesiapa yang beriman dan tidak melihatku. Aku tidak pernah lari dari kamu melainkan aku sentiasa memohon kepada Allah taala untukmu!”
    Umat nabi Muhammad saw berkumpul di sisinya. Ketika di atas sirat, nabi Muhammad saw bersabda kepada malaikat malik: “wahai malik! Dengan kebenaran Allah taala ke atasmu, palingkanlah wajahmu dari umatku sehingga mereka dapat melepasi! Jika tidak, hati mereka akan gementar apabila melihatmu.
    Nabi Muhammad saw berhenti di atas sirat
    Setiap kali, baginda saw melihat seorang dari umatnya bergayut di atas sirat, baginda saw akan menarik tanganya dan membangunkan dia kembali.
    Nabi Muhammad saw berkata “tuhan! Selamatkan mereka! Tuhan!  Selamatkan mereka!
    Sahabat muslimin dan muslimat…
    Pernah kita fikir selama ini adakah kita jalankan segala saranan Rasulullah??
    Pernah kita fikir pengorbanan baginda???
    Pernah kita ada rasa untuk mencintai baginda???
    Pernah kita hargai betapa sayangnya baginda pada kita???
    Tika sakaratul mautnya…..
    Perkataan apa yang keluar dari mulut baginda???
    Ummati…ummati…ummati….
    Pernah kita hargai betapa cintanya baginda pada kita???
    ketika jasadnya dibangunkan…
    Perkataan apa yang keluar dari mulut baginda???
    Ummati…ummati…ummati….

    rohis smkn 36

    Posted on 7:42 PM by Unknown

    No comments